Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Raket

AJARAN SEHAT Vs AJARAN TIDAK SEHAT

Titus 2:1-5; Yesaya 2:3

”Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat” (Titus 2:1).

        Bukan hanya makanan saja yang harus sehat, ajaran atau pengajaran pun harus sehat. Bila makanan kita tidak sehat akan sangat berdampak pada tubuh kita. Bisa keracunan, sakit perut atau bahkan bisa mematikan. Oleh sebab itu hindari makanan yang kebersihannya diragukan.
        Ajaran yang tidak sehat dampak yang diakibatkan dapat lebih hebat dari sekedar makanan yang tidak sehat. Dan mereka yang hidup dengan ajaran tidak sehat, maka kehidupan rohaninya juga tidak sehat. Bila kehidupan rohaninya tidak sehat, maka akan berdampak pada imannya, kasihnya serta prilakunya.

        Oleh sebab itu Paulus menasihati Titus untuk memberitakan ajaran yang sehat kepada jemaat Tuhan agar ”Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka  hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan  menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang  baik  dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi  suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik  hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat  orang.”
        Ada tiga ciri khusus bahwa ajaran itu adalah ajaran sehat:
1.       Terfokus pada Yesus. Bila kita mendengar pengajaran yang mengajak kita hanya berpusat pada ego kita, maka itu adalah ajaran tidak sehat. Sebab bila kita menerima pengajaran demikian maka orang tidak akan melihat Yesus dalam hidup kita sebaliknya ego kita yang lebih menonjol, kita akan gagal menampilkan kehidupan Kristus di dalam hidup kita.
2.       Terfokus pada iman, harap dan kasih. Bila ada pengajaran yang mengajak kita untuk tidak menggunakan iman kita, harap kita dan kasih kita maka pengajaran itu melenceng dari apa yang diajarkan Firman Allah bahwa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah dan tanpa kasih tidak mungkin kita bisa melakukan kehendak Allah.
3.       Terfokus pada kebenaran. Bila Anda mendengar orang berkhotbah di mimbar yang disampaikan hanya menekankan dongeng-dongeng manusia dan filsafat-filsafat manusia belaka dan bukan kebenaran Firman Tuhan maka ajaran itu adalah ajaran tidak sehat.

Renungan:
        Renungkan! Apakah ajaran yang selama ini Anda dengar sudah memenuhi ketiga kriteria di atas? Atau sudah berapa banyak ajaran yang tidak sehat Anda dengar? Bersihkan pikiran Anda dari ajaran-ajaran yang tidak sehat dan beritakan hanya ajaran yang sehat.

Sehat tidaknya ajaran tergantung siapa yang menyajikannya.

RENUNGAN LAINNYA: KLIK DISINI

Post a Comment for "AJARAN SEHAT Vs AJARAN TIDAK SEHAT"